(detik.com)

Sejenak kiri, lalu tak lama balik kanan. Muhammad Jusuf Kalla bisa jadi sedang akrobat. Ah, tapi bisa juga memang ingin memungut kalimat yang pas buat dilempar ke publik. Soal nggak koheren, pusing-pusing amat. Nggak perlu terlalu dipikirin.

Coba dengar. Akar konflik agama itu ketidakadilan, begitu ujar mantan Wapres kita ini. Konflik terjadi bukan karena soal beda keyakinan, tapi ketimpangan material. “Ketidakadilan secara ekonomi menjadi faktor terbesar terjadinya konflik agama,” katanya. (more…)

foto: kapanlagi.com

foto: kapanlagi.com

Beberapa minggu ke depan, bulan Ramadhan datang. Kita perlu siap-siap. Oh, bukan, bukan latihan berpuasa. Kalau soal itu, sebenarnya tak perlu latihan, asal niat, langsung jalan. Kalaupun ada godaan, ya, tengok lagi niat yang sudah dibuat. Beneran niat, atau sekadar jaga martabat.

Lha, siap-siap apa lagi terus? Siap dibombardir. Astaga, bukan bom yang beberapa waktu lalu menghantam Jakarta. Ini bombardir televisi. Seperti lalu-lalu, televisi akan mati-matian bikin acara bernafas agama, religi. Sebut saja religitainment. Lho? (more…)

Catatan Tariq Ali di London Review of Books ini mengganggu pikiran saya. Tariq membagi catatan soal kematian, kematian perempuan-perempuan di tangan keluarga mereka sendiri. Kematian tanpa tangis. Mereka dianggap telah melakukan dosa tak terampunkan. Mereka dibunuh atas alasan agama. Saya yakin, Tuhan melihat ini semua. Tapi saya belum juga mengerti, makna apa yang ingin Dia perlihatkan pada saya pagi ini. (more…)

Pagi ini, mata saya tertumbuk pada sebuah berita di Guardian (lihat bawah). Seorang penyair ditangkap. Ia dinilai melecehkan Islam, menodai al-Quran. Islam Samhan, penyair ini, memasukkan potongan-potongan Quran dalam puisinya tentang cinta.

Yang jadi pertanyaan di benak saya cuma begini: bagaimana kalau misalnya ayat-ayat itu di-insert ke dalam puisi tentang keindahan setangkai bunga? Mungkin si penyair akan aman. Di negeri kita ini, begitu banyak lirik lagu, puisi, cerpen, novel yang dengan sukaria menyusupkan ayat di dalamnya (bahkan ada novel yang nyaris separuhnya berisi ayat-ayat Quran). (more…)

…hidup melajang bukan masalah, beban, kutukan, atau apalah. Yang penting menjalani hidup ini dengan melakukan hal terbaik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Saya tiba-tiba teringat sebuah buku berjudul Ulama-Ulama Yang Tidak Menikah. Bukunya tipis. Terjemahan dari Bahasa Arab. Saya lupa judul aslinya. Al-Ulama al-uzzab, atau semacamnya lah. Saya berusaha cari versi aslinya, tapi tidak dapat. Versi terjemahan itu saya peroleh di JBC Kalibata. Kayaknya hanya satu-satunya yang tersisa. Sudah belel pula, tapi apa boleh buat, cuma tinggal satu entu. Saya ambil deh. (more…)

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.